Adab di masjid   Leave a comment

CINTA PADA MASJID

Masjid merupakan salah satu sarana pembinaan umat yang mendapat perhatian begitu besar dari Rasulullah Saw. Karena itu, pada saat singgah di Quba dalam perjalanan hijrah ke Madinah, beliau membangun masjid yang kemudian diberi nama dengan masjid Quba, bahkan ketika sampai di Madinah, bangunan pertama yang didirikan adalah masjid yang kemudian diberi nama dengan masjid Nabawi.

Oleh karena itu, sebagai muslim, semestinya kita memiliki perhatian dan cinta yang besar kepada masjid. Kecintaan yang besar kepada masjid akan membuat kita memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap pemakmurannya. Yang menjadi persoalan kita kemudian adalah, bagaimana kita membuktikan rasa cinta kepada masjid itu?. Sebenarnya pembuktian rasa cinta kepada masjid bisa kita tunjukkan sebagaimana kita cinta pada seseorang. Ada beberapa ciri yang harus kita tunjukkan.

Rindu Pada Masjid.

Cinta pada sesuatu biasanya membuat seseorang rindu pada sesuatu itu karena memang hatinya telah terikat dan terpaut kepadanya. Karena itu, kecintaan kita kepada masjid seharusnya membuat hati kita terpaut kepadanya sejak kita keluar dari masjid hingga kembali lagi ke masjid. Manakala seseorang telah memiliki ikatan hati dengan begitu kuat dengan masjid, maka dia akan menjadi salah satu kelompok orang yang kelak akan dinaungi oleh Allah pada hari akhirat, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari Allah: …seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid ketika ia keluar hingga kembali kepadanya (HR. Bukhari dan Muslim).

Manakala hati seseorang telah memiliki rasa cinta dan terpaut kepada masjid, maka pembinaan yang didapat dari masjid akan memberikan pengaruh yang sangat positif terhadap seluruh aktivitasnya di luar masjid.

Berkorban Untuk Masjid.

Ketika masjid hendak kita makmurkan sebagaimana mestinya, diperlukan pengorbanan yang sangat besar, baik pengorbanan harta, jiwa, tenaga, waktu, pikiran maupun ilmu, pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki. Karena itu, sejak membangun masjid, Rasulullah Saw telah menunjukkan pengorbanannya yang besar, bahkan dengan tenaga yang dimilikinya, beliau membawa batu bata hingga para sahabat melihat beliau nampak lelah yang membuat para sahabat juga bersemangat untuk bekerja lebih giat.
Disamping itu, manakala ada sahabat yang menjadi jamaah masjid mengalami kesulitan ekonomi, beliau korbankan hartanya untuk membantu sahabat yang sulit itu hingga teratasi kesulitannya. Tegasnya, dalam bidang apapun termasuk bidang yang bathil sekapun pengorbanan diperlukan. Kalau mereka yang cinta pada kebathilan mau berkorban dengan segala yang mereka miliki, mengapa untuk yang haq seperti makamurkan masjid kita tidak mau berkorban?.

Membersihkan Masjid.

Kecintaan kita pada suatu benda biasanya membuat kita harus selalu memperhatikan dan merawat benda itu. Rumah yang kita cintai membuat kita harus merawatnya setiap hari, begitu pula semestinya kecintaan kita kepada masjid. Karena itu, masjid yang kita miliki harus terawat dan terpelihara kebersihan dan kenyamanannya, bahkan kita sangat dianjurkan untuk memberi wewangian agar menjadi harum baunya, baik pada ruang peribadatan, ruang pertemuan maupun ruang wudhu dan kamar mandi. Namun yang amat kita prihatinkan adalah begitu banyak masjid-masjid kita yang tidak terpelihara kebersihannya sehingga kesegaran dan kenyamanan di dalam masjid tidak kita dapatkan sementara tempat wudhu, kamar mandi atau WC memberikan aroma yang sangat tidak menyenangkan, karena itu, terdapat hadits yang memerintahkan kaum muslimin untuk membersihkan masjid, hadits tersebut artinya: Dari Aisyah ra, ujarnya: Rasulullah Saw memerintahkan membangun masjid di kampung dan membersihkan serta memberinya wangi-wangian (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).

Karena masjid harus dibersihkan dan diberi wangi-wangian, disamping lantainya dipel setiap hari, karpetnya juga harus dibersihkan dan sajadahnya dicuci, sementara pencahayaan dan sirkulasi udara masjid harus sebaik mungkin dan jamaah dilarang untuk melakukan hal-hal yang dapat mengotorinya, misalnya dilarang merokok di dalam masjid.

Rajin Mendatangi Masjid.

Kecintaan terhadap masjid membuat seorang muslim, khususnya muslim yang laki-laki rajin mendatangi masjid setiap harinya, karena itu, shalat berjamaah yang lima waktu semestinya dilaksanakan secara berjamaah di masjid, sedang shal;at di rumah baru dilakukan dalam kondisi yang sangat darurat.

Disamping untuk melaksanakan shalat berjamaah, kedatangan seorang muslim ke masjid juga untuk memakmurkan masjid itu dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakatnya. Dengan kedatangan seorang muslim ke masjid guna memakmurkannya dengan sebaik-baiknya, maka kita tidak perlu lagi meragukan keimanannya, Rasulullah Saw bersabda yang artimnya: Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman (HR. Tirmidzi dari Abu Sa’id Al Khudri).

Tidak Menyalahgunakan Masjid.

Masjid merupakan sarana untuk mengagungkan Allah Swt dengan segala aktivitas yang tidak bertentangan dengan segala ketentuan-Nya. Karena itu manakala kita cinta kepada masjid, jangan sampai masjid itu digunakan untuk hal-hal yang memang tidak dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, misalnya pertama, melakukan jual beli di masjid, larangan ini terdapat dalam hadits yang artinya: Apabila kamu melihat orang berjual beli di masjid, maka katakanlah kepadanya: “semoga Allah tidak menguntungkan perdagangan kamui (HR. Nasa’I dan Tirmidzi).

Kedua, mecari barang yang hilang, larangan ini terdapat dalam hadits yang artinya: Barangsiapa mendengar seseorang mencari sesuatu yang hilang dalam masjid, hendaklah dikatakannya: “Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu”, sebab masjid didirikan bukan untuk itu (HR. Muslim).

Menghormati Masjid.

Bila kita cinta pada seseorang, biasanya kita menghormati orang itu dengan berbagai cara yang baik, demikian pula halnya dengan kecintaan kepada masjid. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan penghormatan kita kepada masjid. Pertama, melaksanakan shalat tahiyyatul masjid ketika memasukinya masjid, Rasululklah Saw bersabda yang artinya: Apabila salah seorang diantara kamu datang ke masjid, maka hendaklah ia shalat dua rekaat sebelum duduk (HR. Jamaah dari Abu Qatadah).

Kedua, tidak datang ke masjid dengan bau-bau yang tidak menyenangkan seperti mulut yang bau bawang merah, bawang putih atau kucai, karena itu pada zaman sekarang, jamaah mestinya menyadari bahwa merokok di masjid sesuatu yang tidak boleh dilakukan, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Barangsiapa makan bawang putih, bawang merah dan kucai, maka janganlah sekali-kali mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu oleh apa-apa yang mengganggu manusia (HR. Ahmad dan Bukhari dan Jabir ra).

Ketiga, membuang segala kotoran dari dalam masjid, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Dihadapkan padaku semua pahala yang diperbuat umatku, sampai-sampai kepada satu kotoran yang dikeluarkan oleh seseorang dari dalam masjid (HR. Abu Daud, Tirmdizi dari Anas ra).

Dari uraian di atas, menjadi jelas bagi kita bahwa, masjid merupakan tempat yang harus kita cintai asebagaimana kita cinta pada rumah kita sendiri. Oleh karena itu, perhatian kita kepada masjid harus selalu kita tingkatkan dari waktu ke waktu agar masjid tidak lagi merana seperti yang sekarang banyak terjadi.

Posted 5 Februari 2010 by Hartoyo in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: