Jeruk   Leave a comment

Sebutir Jeruk Seribu Manfaat

Jeruk, buah yang sangat populer, mudah diperoleh, dan relatif murah itu, ternyata mengandung banyak zat gizi yang baik bagi kesehatan dan pencegahan penyakit.
Jeruk telah lama dikenal sebagai buah dengan rasa segar dan bergizi baik. Selain sangat kaya vitamin dan mineral, ia juga mengandung serat makanan yang esensial (sangat diperlukan tetapi tidak dapat diproduksi dalam tubuh) bagi pertumbuhan dan berkembangan tubuh normal. Senyawa non-gizi yang dikandungnya ternyata juga membantu menurunkan risiko terkena beberapa jenis penyakit kronis, seperti kardiovaskuler, kanker, dan katarak.
Sayangnya, selama ini jeruk telanjur terkenal hanya sebagai sumber vitamin C. Padahal, buah bulat ini juga mengandung sederetan zat gizi esensial lainnya, yang meliputi karbohidrat (zat gula dan serat makanan), potasium, folat, kalsium, thiamin, niacin, vitamin B6, fosfor, magnesium, tembaga, riboflavin, asam pantotenat, dan senyawa fitokimia.
Keunggulan lainnya, jeruk tidak mengandung sodium, lemak, dan kolesterol. Kandungan kalorinya pun rendah, sehingga tidak akan membangkitkan kekhawatiran bagi mereka yang berupaya menurunkan bobot badan. Sebuah jeruk segar berukuran sedang cuma mengandung 60 – 80 Kkal.
Karbohidrat dalam jeruk merupakan karbohidrat sederhana, yaitu fruktosa, glukosa, dan sukrosa. Karbohidrat kompleksnya berupa polisakarida non-pati (secara umum dikenal sebagai serat makanan) yang baik untuk kesehatan. Serat makanan ini di dalam tubuh akan mengikat zat gizi larut dalam air pada suatu gel-matriks, sehingga dapat memperlambat proses pengosongan lambung serta proses pencernaan dan penyerapan.
Keadaan itu akan memperpanjang rasa kenyang, dan menurunkan laju penyerapan glukosa sehingga dapat membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Serat makanan juga membantu menurunkan kadar kolesterol dalam plasma dengan cara mengganggu proses reabsorpsi asam empedu. Dengan mengkonsumsi sebuah jeruk ukuran sedang dalam satu hari, serat makanannya kira-kira 3,0 g, dapat memberikan kontribusi cukup berarti bagi pemenuhan kebutuhan zat itu bagi tubuh yang disarankan sekitar 25 g per hari.

Sebagai antioksidan
Vitamin paling dikenal yang terkandung dalam jeruk adalah vitamin C. Vitamin esensial larut air ini memainkan peranan kunci dalam proses pembentukan kolagen yang merupakan komponen dasar pembentukan jaringan penghubung dalam tubuh. Pembentukan kolagen optimal sangat diperlukan untuk pembentukan ligamen, tendon, dentin, kulit, pembuluh darah, dan tulang. Juga membantu proses penyembuhan luka dan perbaikan jaringan.
Vitamin C juga berperan dalam proses penyerapan zat besi non-organik (zat besi dari makanan non hewani), sehingga dapat mencegah dan membantu penyembuhan anemia. Sekarang vitamin C juga menyedot perhatian lantaran kemampuannya sebagai antioksidan, yang dapat membantu mencegah kerusakan sel akibat aktivitas molekul radikal bebas. Dalam tubuh molekul radikal bebas mengoksidasi protein, asam lemak, dan DNA. Kerusakan akibat radikal bebas berimplikasi pada timbulnya sejumlah penyakit, termasuk kanker, kardiovaskuler, dan katarak.
Secara signifikan, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa asupan vitamin C yang tinggi dari makanan, termasuk jeruk segar, dapat mencegah kenaikan LDL teroksidasi. Kadar LDL teroksidasi tinggi merupakan faktor utama berkembangnya penyakit jantung. Beberapa penelitian epidemiologi memang telah memperlihatkan hubungan signifikan antara asupan vitamin C dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.
Tingkat konsumsi makanan dengan kandungan folat tinggi, seperti jeruk segar atau dalam bentuk jus, akan meningkatkan kadar folat. Peningkatan kadar folat akan menurunkan kadar homocystein, yang merupakan racun bagi dinding pembuluh darah. Dengan menurunnya kadar homocystein, risiko penyakit kardiovaskuler juga berkurang.
Vitamin C dalam bebuahan, termasuk jeruk, secara ilmiah juga bisa dijelaskan peranan positifnya dalam memberikan perlindungan tubuh terhadap kanker. Hasil penelitian epidemiologi menunjukkan, tingkat konsumsi bebuahan, salah satunya jeruk, dan sesayuran yang tinggi memiliki efek perlindungan terhadap kanker lebih baik dibandingkan dengan tingkat konsumsi vitamin C (dari makanan suplemen) yang tinggi.

Karena oksidasi lensa mata memainkan peranan penting pada pembentukan penyakit katarak, peranan antioksidan, termasuk vitamin C, menjadi penting. Dari hasil penelitian diperlihatkan bahwa individu dengan konsentrasi vitamin C dan karotenoid dalam darah yang tinggi memiliki risiko terkena katarak lebih rendah. Namun, tidak ada bukti yang memperlihatkan bahwa asupan vitamin C yang tinggi dalam jangka waktu lama menurunkan risiko terkena katarak.
Jeruk sebagai sumber vitamin C juga diduga memberikan efek pencegahan dan penyembuhan terhadap penyakit seperti pengeroposan tulang (osteoporosis), batu ginjal, gangguan fungsi kognitif, dan asma. Tetapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan dugaan tersebut.
Untuk memelihara kesehatan dan menjaga kecukupan cadangan vitamin C dalam tubuh, disarankan untuk mengkonsumsi vitamin C sebanyak 30 – 100 mg per hari. Kebutuhan ini sudah cukup terpenuhi dengan sebuah jeruk berukuran sedang. Jeruk seukuran itu mengandung sekitar 70 mg vitamin C. Atau, dengan mengkonsumsi satu gelas, sekitar 225 ml, jus jeruk per hari. Walaupun beberapa penelitian terbaru menunjukkan, konsumsi di atas 200 mg per hari dapat secara optimal mencegah timbulnya beberapa penyakit kronis, mengkonsumsi vitamin C dalam bentuk suplemen secara berlebihan (di atas 500 mg per hari) dapat menimbulkan efek negatif, terutama bagi mereka yang berisiko menderita kelebihan zat besi.
Menjaga tekanan darah normal.
Vitamin esensial larut air lainnya yang terkandung dalam jeruk adalah folat. Vitamin ini membantu produksi DNA dan RNA serta pematangan sel-sel darah merah, yang pada akhirnya dapat mencegah anemia. Konsumsi folat per hari disarankan 180 mcg untuk wanita dan 200 mcg untuk pria. Sebagian kebutuhan itu bisa dipasok dari jeruk. Dalam satu gelas, 225 ml, jus jeruk terkandung 75 mcg asam folat bagi tubuh.
Selain itu jeruk juga mengandung beberapa jenis mineral. Salah satunya potasium. Mineral esensial ini berperan memelihara keseimbangan asam dan air dalam tubuh. Sebagai komponen penting elektrolit, potasium memainkan peranan pada transmisi impuls syaraf ke otot, proses kontraksi otot, dan menjaga tekanan darah normal. Konsumsi potasium disarankan sebanyak 2000 mg per hari. Sebagian jumlah itu bisa dipenuhi oleh jeruk. Segelas, 225 ml, jus jeruk memberikan 500 mg potasium.

Memang, kasus kekurangan potasium sangat jarang ditemukan. Perhatian lebih banyak tertuju pada rasio konsumsi sodium terhadap potasium. Rasio tinggi merupakan faktor risiko terhadap penyakit kronis.
Dalam jeruk juga terkandung senyawa fitokimia. Senyawa khas tanaman ini memiliki efek fisiologis luas dan membantu mencegah timbulnya berbagai jenis penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit jantung. Mekanisme pencegahannya meliputi kemampuannya sebagai antioksidan, efeknya pada proses pembelahan sel, meningkatkan aktivitas enzim dalam menghilangkan karsinogen (zat penyebab kanker), dan pemblokiran senyawa nitrosamin. Asupan senyawa ini hanya dapat dipenuhi melalui konsumsi makanan asal tanaman, salah satunya jeruk, sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari. (Ade Candradijaya, M.Sc.)

Sayangi Kaki AndaDibandingkan dengan bagian tubuh lain, kaki memang sering dianaktirikan. Padahal peran kaki pada seseorang tidak kalah penting dibandingkan bagian tubuh lain. Kalau dia sampai ngambek, aktivitas keseharian kita pasti terganggu. Jadi, anggota badan yang satu ini perlu diperhatikan kesehatannya. Pasalnya, kelainan pada kaki bisa menganggu aktivitas kerja sehari-hari.

Kisah Achilles, seorang pahlawan legendaris Yunani yang konon tidak terkalahkan, barangkali tepat untuk menggambarkan pentingnya peran kaki. Achilles memiliki pusat kekuatan sekaligus titik lemah pada otot tumit kakinya. Pada suatu ketika rahasianya terbongkar musuh. Musuh pun mengincar titik lemah itu. Ternyata benar, dengan menggangu fungsi kakinya musuh bisa melumpuhkannya. Mereka tak perlu harus mengoyak jantung atau isi kepalanya.
Dalam hidup keseharian kita, kejadian macam cerita di atas memang nyaris tak pernah ada. Yang pasti kaki merupakan tumpuan utama kita dalam beraktivitas. Celakanya, kelainan pada kaki, apakah itu berupa gangguan pada kulit, kuku atau tulang, sering dianggap sepele.

Padahal kalau pada telapak kaki tumbuh ‘mata ikan’ saja kita sudah terganggu, karena tidak bisa berjalan dengan leluasa. Apalagi kalau terserang ‘cantengan’ atau infeksi pada salah satu jari kaki, pasti sakitnya akan terasa sampai ke ubun-ubun. Bahkan, acapkali kita jadi demam hanya gara-gara infeksi kecil di kaki.
Bermacam-macam kelainan pada kaki seperti pecah-pecah pada bagian tumit, kaki lecet, mata ikan, eksem, radang akibat infeksi bakteri atau jamur pada kulit dan kuku, bisa diderita siapa saja. Anatomi kaki yang salah pun acapkali menjadi masalah. Misalnya telapak kaki datar atau tulang kaki tidak normal. Belum lagi gangguan pada kaki yang disebabkan oleh komplikasi penyakit macam kusta yang ditandai rasa baal, gangren kaki akibat penyakit diabetes yang adakalanya harus diamputasi, dll.
Gangguan bisa juga gara-gara sepatu yang kurang tepat, terlalu tertutup atau terlalu banyak berdiri dengan sepatu tumit tinggi.

Umumnya, pada gejala tahap awal penderita belum begitu risau karena pikirnya hal itu tidak terlalu mengganggu atau pun berbahaya. Baru saat sudah lebih mengganggu, penderita mulai mengeluh dan berikhtiar mendatangi ahli.
Hasil survai di negara Eropa dan Asia (Korea) oleh badan survai epidemiologi internasional Achilles Proyect menunjukkan, sebagian besar penderita memang tidak menyadari atau enggan memeriksakan kaki ke dokter. Namun diketahui persentase terbesar gangguan kaki disebabkan oleh penyakit jamur.
Jamur kaos kaki
Menurut dr. Sandra W.M. Djajadilaga, SpKK dari sub-bagian kulit-kelamin RSUPN Ciptomangunkusumo, ada dua macam jamur yang menyerang kulit kaki yakni jenis candida dan dermatofita.

Kalau candida lebih banyak menyerang sela-sela kaki, dermatofita pada telapak atau punggung kaki. Pada punggung kaki bisa juga tumbuh jamur berbentuk kaos kaki sehingga disebut tipe moccasin foot. Gejalanya bisa kering bersisik putih, bisa lecet kemerahan, dan basah. “Untuk memastikan jenis jamurnya, harus dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan cara mengerok sedikit jamurnya lalu dikulturkan,” kata dr. Sandra.

Pada umumnya, jamur tumbuh pada kulit kaki karena faktor kelembaban. Umpamanya, kaki sering berkeringat, kaos kaki kurang dijaga kebersihannya, atau sepatu terlalu tertutup. Jamur juga mudah tertular dari barang yang melekat pada kaki, seperti pakaian serta kaos kaki yang ditumbuhi jamur.

Seseorang yang baru diberi antibiotika dosis tinggi, misalnya sehabis operasi, juga mudah dihinggapi jamur. Beberapa faktor lain bisa disebut: obesitas (kegemukan), pengidap penyakit diabetes, AIDS, kanker, atau daya tahan tubuh menurun.

Bila pada seseorang sampai timbul jamur secara berulang, perlu dicari faktor predisposisi atau penyakit dasar yang menyebabkan kekambuhan tersebut. Apakah akibat tertular lagi dari barang, binatang piaraan, penderita lain, tanaman, yang bersentuhan secara berulang?

Jamur juga bisa tumbuh pada kuku kaki dan menyebabkan kerusakan kuku. Sebaliknya, kuku yang rusak akibat kurang perawatan pun lebih mudah ditumbuhi jamur. Gejalanya macam-macam. Di antaranya, lempeng kuku rusak, kuku berubah warna menjadi kehitaman atau suram, kuku berubah bentuk, dll. Adakalanya cantengan menunjukkan gejala tumbuhnya jamur kuku.

Jamur yang tidak segera diobati secara tuntas dikhawatirkan akan berkepanjangan dan menular ke bagian tubuh lain. “Pengobatan sebenarnya tidak sulit, yakni dengan pemberian obat minum dan salep. Syaratnya, diketahui dengan pasti jenis jamurnya dan mau menjauhkan diri dari apa pun yang bisa menularkan jamur,” ujar dr. Sandra.

Selain itu kaos kaki atau pakaian yang sering dikenakan tidak hanya dicuci dengan sabun deterjen, tapi perlu direbus atau diberi bahan khusus penghilang jamur.

Posted 5 Februari 2010 by Hartoyo in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: